Surel 2014 – Anies Baswedan

Hari ini hitungan tahun 2013 telah digenapkan. Tahun 2013 ditutup. Gagasan dan langkah setahun ini telah menjadi rekaman sejarah. Minimal sejarah bagi diri kita sendiri.

Menutup sebuah tahun tak berarti menutup sebuah langkah. Tahun boleh berakhir tapi perjuangan, kiprah dan semangat jalan terus. Mereka melampaui hitungan hari, bulan dan tahun. Mereka adalah aliran yang selalu menemukan jalan baru, gelora baru dan gaung baru di tahun yang baru.

Kita sama-sama masuki 2014 dengan genderang yang makin bergaung. Kita sudah nyatakan siap turun tanganKita telah sama-sama pilih untuk ikut tanggung-jawab. Kita tidak sekadar diam dan mendiamkan.

Di tahun 2014 ini Republik tercinta akan menentukan wajah barunya. Wajah baru yang akan mengatasnamakan kita semua selama 24 jam. Semua pikiran, ucapan dan perbuatan adalah atas nama seluruh rakyat Indonesia.

Kita sudah nyatakan bahwa kita akan kerja keras, kerja cerdas dan penuh ketulusan untuk memastikan bahwa mereka yang akan mengatasnamakan kita adalah orang-orang yang bisa menggerakkan semua untuk turun tangan dan para wakil baru, yang semuanya siap untuk sama-sama melunasi setiap janji kemerdekaan.

Kita semua menginginkan agar wajah-wajah baru Indonesia adalah wajah-wajah yang membuat kita bangga, yang membuat kita berani berkata pada anak-anak kita atau anak2 generasi muda lain bahwa itulah wajah-wajah yang patut untuk dijadikan rujukan.

Teman-teman semua, email ini saya tulis di HP, sore ini sambil duduk di serambi rumah, saat hujan dan mendung mewarnai daerah tempat kami tinggal. Mendung memang tak pernah berhasil membuat redup, ia justru selalu membuat suhu nyaman untuk makin bersemangat. Saya sangat percaya bahwa bukan matahari tapi matahati yang mencerahkan hari. Ia menyalakan harapan dan membesarkan semangat.Seperti lambang turun tangan, ada hati yang memanggil – dan menjaga panggilan – untuk tetap turun-tangan.

Mari kita semua – dalam kondisi apapun dan menghadapi tantangan sebesar apapun – pastikan bahwa stok semangat di dada selalu cukup. Perjalanan ke depan bisa terjal, bisa mendaki dan bisa penuh cobaan tapi ketangguhan dan keyakinan bahwa kita berjalan dengan cara benar dan bersama-sama orang-orang baik bisa membuat perjalanan ini jadi terasa ringan dan positif.

Kita sama-sama memulai sebuah sejarah baru yang akan dicatat sebagai bagian dari rekaman peristiswa di tahun 2013 dan 2014: ribuan anak bangsa membuktikan bahwa politik uang bisa dipangkas oleh integritas.

Biarkan sejarah mencatat bahwa kita semua bangkit, bergerak dan melawan. Kita yang memilih untuk bersama-sama berbuat ini adalah bukti otentik bahwa masih amat banyak anak bangsa yang selalu jaga harga diri, martabat dan kehormatan.

Penghormatan memang bisa dibeli, tapi kehormatan tak bisa dibelikehormatan hanya bisa didapat karena perbuatan yang terhormat. Saya yakin kita semua akan terus jaga dan membesarkan semangat untuk menjalani perjuangan ini dengan cara terhormat dan meluaskan semangat ini pada seluruh lapisan masyarakat.

Biarkan tahun 2014 menjadi tahun penanda hadirnya era baru, bangkitnya generasi baru yang bersama-sama membuktikan bahwa berjuang di area publik bisa dijalankan dengan cara terhormat. Dan izinkan bangsa ini kelak bangga karena generasi baru yang dilahirkanya memilih untuk turun tangan, memilih untuk menaiktinggikan kembali nama bangsanya. Memilih tak diam dan mendiamkan.

Apapun bentuk peran kita, kita bisa dengan percaya diri mengatakan: kami bukan bagian dari mereka yang membuat bangsa ini keropos, kami selalu menjadi bagian yang mengokohkan bangsa. Sebuah perasaan yang hanya didapat lewat perbuatan. Selamat berjuang dan mari saling kita jaga semangat mulia ini.

Selamat Tahun Baru 2014 . . . !

Salam hangat dari Cilandak,

Anies Baswedan

Anies-Baswedan-Politik-Kepentingan-PublikAnies_Baswedan_Korupsi_Merajalela

Jembatan Selat Sunda (JSS), Perlukah?

Selat Sunda merupakan selat yang yang terletak diantara pulau Sumatera dan Jawa, serta menghubungkan laut Jawa dengan Samudera Hindia. Selama ini sistem transportasi antara kedua pulau ini hanya dihubungkan dengan kapal-kapal. Oleh karena itu, Pemerintah berencana untuk membangun sebuah infrastruktur yaitu jembatan yang menghubungkan kedua pulau besar tersebut. Desain Jembatan ini direncanakan sepanjang ± 30 kilometer dengan lebar 60 meter. Dimana nantinya terdapat 2 jalur kendaraan roda 4 dengan 3 lajur masing-masing nya, juga terdapat lajur ganda untuk kereta api. Dana yang dibutuhkan untuk mega proyek ini diperkirakan mencapai Rp 200 Triliun dan kabarnya dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

jembatan-selat-sunda

Paragraf diatas merupakan informasi umum mengenai proyek Jembatan Selat Sunda yang rencana nya akan dimulai tahun 2014 dengan target selesai 2025. Naah disini saya akan mencoba untuk membahas seperlu apakah Jembatan Selat Sunda dengan kondisi Indonesia saat ini. Pertanyaan yang muncul adalah “kenapa sampai diperlukan jembatan seperti ini?”, Beberapa orang yang menjawab “untuk mempercepat jalur ekonomi dan transportasi yang selama ini ‘macet’ di Pelabuhan Bakauheni dan Merak”. Selain itu ada juga jawaban “nantinya jembatan ini akan menjadi simbol baru negara Indonesia”.

Gagasan pemerintah untuk menghubungkan pulau Sumatera dan Jawa ini memang baik. Tapi untuk menciptakan jembatan ini tentu saja memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Bila dilihat dari segi finansial, dengan dana sebesar Rp 200 Triliun itu cukup untuk membeli ratusan kapal feri besar yang dapat mengangkut ribuan orang, dapat membangun pelabuhan-pelabuhan baru serta infrastruktur-infrastruktur lainnya. Pada dasarnya negara kita ini merupakan negara maritim yang memliki banyak pulau dan wilayah laut yang sangat luas. Bukankah seharusnya kita memanfaatkan hal ini untuk mengoptimalkan jalur transportasi maupun ekonomi. Pembangunan JSS hanya akan menguntungkan akses darat dan akan mematikan sektor laut di kawasan tersebut.

Masih banyak di daerah Indonesia bagian timur yang kekurangan moda transportasi. Untuk menghubungkan beberapa pulau yang belum memiliki akses udara dan jarak antar pulau nya berjauhan yang memakan waktu lama, hanya terdapat sekitar ±3 kapal yang kapasitasnya tidak terlalu besar sehingga memaksa para penumpang berdesakan. Tidak setiap hari ada kapal tersebut, hanya sekitar 1-2 kali dalam seminggu karena masih dalam perjalanan. Pembangunan JSS hanya akan menguntungkan propinsi-propinsi di Sumatera dan Jawa yang umumnya perekonomiannya sudah baik. Lalu bagaimana nasib dengan Indonesia bagian Timur? Sepertinya pengadaan JSS bukan dilandasi pada keseluruhan aspek fungsi dan karakteristik pengadaan infrastruktur, melainkan dilandasi oleh faktor kepentingan politik dan adanya pihak-pihak yang hanya ingin ‘mengadakan’ proyek.

Secara pribadi jujur pada awalnya saya mendukung pembangunan Jembatan Selat Sunda ini guna mempercepat jalur ekonomi, transportasi, serta meningkatkan popularitas Indonesia di dunia internasional. Namun setelah membuka pikiran bahwa Indonesia itu tidak hanya Pulau Sumatera dan Jawa, serta aspek teknis dan sosial lainnya, saya kira kita belum membutuhkan jembatan ini. Masih banyak aspek yang perlu diperhatikan terutama infrastruktur bagian timur Indonesia. Terkecuali kita sudah menjadi negara yang maju, tidak berhutang, layaknya Amerika Serikat.

-FRL-

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Selat_Sunda

http://leo4kusuma.blogspot.com/2012/01/perlukah-jembatan-selat-sunda.html#.UmOtwnCw3E0

Berbahasa Medan

Image

Bahasa merupakan perkataan-perkataan yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran. Sebagai alat komunikasi, bahasa mempunyai aturan-aturan tertentu yang disesuaikan dengan situasi dan komunikan yang menggunakannya.

Perilaku berbahasa seseorang dapat dijadikan tolak ukur keberadaban suatu daerah atau bangsa. Pepatah mengatakan bahasa adalah cerminan pribadi seseorang, karena melalui tutur kata kita dapat menilai pribadi seseorang.

Banyak orang beranggapan tutur kata yang baik, lemah lembut, dan sopan-santun yang dilakukan seseorang mencerminkan sebagai pribadi yang baik dan berbudi. Sebaliknya, apabila perkataan seseorang buruk, citraan buruklah yang akan melekat kepada pribadi orang tersebut.

Namun berbeda dengan gaya bicara orang Medan yang dikenal keras, nada tinggi, dan to the point, langsung ke pokok masalah. Kalau salah ya bilang salah, kalau benar ya bilang benar. Mungkin agak berbeda dengan gaya bicara halus orang Jawa. Kebanyakan orang yang baru pertama kali mendengar bahasa Medan tersinggung.

Pada dasarnya bahasa yang dipergunakan di daerah Medan dan sekitarnya adalah bahasa Indonesia. Namun dikarenakan budaya yang beragam, bahasanya pun turut beragam termasuk logat berbicara. Beberapa ada yang berbicara dengan logat batak, logat melayu, logat nias, logat aceh dan lain sebagainya.

Mungkin sebagian orang ada yang belum tahu bagaimana logat dan bahasa orang-orang di daerah  Medan dan sekitar. Dalam film yang berjudul “Nagabonar Jadi 2″ atau “Demi Ucok” logat dan bahasa yang ditampilkan sudah cukup mewakili. 

 

Pengertian bahasa Indonesia orang Medan tentunya sangat berbeda dengan daerah-daerah lainnya, terutama daerah-daerah yang lebih Indonesia. Sebagai contohnya kata  “kereta”. Bagi orang awam yang tidak tahu menahu bahasa Medan pasti akan menyebutkan bahwa pengertian kereta adalah kereta api. Tetapi bagi orang Medan pengertian kereta adalah sepeda motor.  Begitu juga “kali”. Orang pasti berfikir kali adalah sungai. Tetapi “kali” dalam bahasa Medan adalah plesetan dari kata “sekali”. Bahasa boleh sama tetapi pengertiannya sangat berbeda.Di dalam kehidupan sehari-hari orang-orangnya menggunakan bahasa Indonesia diselingi bahasa Batak, seperti penggunaan kata ‘bah’.

Iniliah cara berbahasa di kota Medan, sebuah kota yang unik, dengan banyak budaya dan ragam suku namun hingga saat semua etnis dan agama dapat hidup rukun. Cara bicara yang blak-blakan di Medan itu sudah biasa dan itu tanpa maksud jelek, jarang ada yang tersinggung (kecuali mungkin pendatang). Sebenarnya bahasa Medan ini terlalu luas untuk dijelaskan dengan kosa kata, Anda harus mendengar dengan sendirinya.

Pentingnya berbahasa santun sangatlah jelas. Bahasa santun digunakan sebagai pencitraan pribadi, jati diri bangsa, dan alat pemersatu. Namun, jangan pernah nilai seseorang dari luarnya (gaya berbahasanya) saja, tapi lihat kepribadian seluruhnya.

A Trip to “Secret Paradise” Ujung Genteng

Memanfaatkan libur mid-semester kemarin, kami bersepuluh memutuskan berlibur ke suatu tempat yang masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan.  Refreshing adalah tujuan utama kami. Pantai ini terletak dipaling ujung bagian selatan Pulau Jawa, yang memiliki nama Ujung Genteng.

Semua barang yang dibutuhkan sudah dipersiapkan di H-1 dari mulai bahan makanan, alat masak, dll. Perjalanan pun kami mulai pukul 8 pagi, melewati macetnya kota Jakarta di pagi hari dengan menggunakan sebuah mobil Kijang Innova dan Panther. Melewati Tol dalam kota dan Tol Jagorawi, akhirnya sampai didaerah Cibadak. Perjalanan dilanjutkan menuju Kota Pelabuhan Ratu memiliki lama perjalanan ±2 jam dari Ujung Genteng. Perjalanan kami melewati kebun teh, karet, hingga sawit. Secara kesuluruhan jalanan menuju Ujung Genteng tidak banyak ditemukan jalan-jalan yang bolong dan cukup aman.

Karena banyaknya berhenti di perjalanan, akhirnya kami pun sampai di Ujung Genteng sekitar pukul 16.30. Jalanan menuju tempat penginapan kami sangatlah berbeda dengan jalan-jalan sebelumnya. Sangat bergelombang dan bebatuan, layaknya lintasan off-road. Syukurnya, itu semua terbayar dengan pondok kami yang strategis, terletak pas di depan pantai yang tenang sangat jernih air nya. Pondok Hexa namanya, masih terlihat baru dengan fasilitas yang mumpuni untuk berwisata.

IMG_7561

CIMG8915

IMG_7470

 

 

 

 

 

 

Sore dihari pertama ini kami habiskan dipenginapan dan hanya bermain-main air kecil serta berfoto-foto di pesisir pantai. Setelah beres-beres dan makan malam yang ala kadarnya di penginapan, kami menuju lokasi penangkaran penyu yang lokasinya tidak begitu jauh dari penginapan kami. Kembali melewati lintasan off-road untuk sampai di lokasi. Sesampainya, kami diharuskan menunggu berkisar 1,5 jam dikarenakan lamanya penyu menentukan lokasi untuk bertelur. Sungguh luar biasa dapat secara langsung melihat penyu yang sangat besar bertelur yang banyaknya puluhan hingga seratusan. Karena tidak boleh berlama-lama (takut mengganggu proses bertelur) kami pun kembali ke pondok dan mempersipakan diri untuk hari kedua.

Kami memulai pagi dihari kedua dengan kembali bermain-main air dan foto-foto di pesisir pantai. Seperti makan sebelumnya, cewek-cewek mempersiapkan makanan untuk sarapan pagi yang dibantu juga dengan anak cowok lainnya. Walaupun hanya ala kadarnya namun terasa sangat nikmat karena dilakukan bersama-sama. Sekitar pukul 11.00 kami berangkat menuju Curug Cikaso. Waktu perjalanan yang ditempuh berkisar 20-30 menit dari Ujung Genteng. Sesampainya di pinggir sungai, kami diharuskan untuk menyewa perahu boat untuk sampai ke lokasi karena tidak adanya akses darat. Berkisar 5 menit sampailah kami di Curug Cikaso. Disini kita dapat melihat 3 air terjun yang cukup tinggi berjejer dan menguji adrenalinku untuk bermain dibawah air terjunnya. Tidak beruntung pada saat itu lagi musim penghujan yang membuat debit air meningkat yang membuat kami tidak leluasa untuk bermain air disekitar curug.

Cikaso

Kami hanya diperbolehkan bermain air di air terjun sebelah kanan yang cukup aman kata pengawas nya. Setelah puas menikmati salah satu kekayaan alam Indonesia, kami pun bergegas untuk makan siang. Kali ini kami ingin mencoba makanan sea food khas Ujung Genteng di salah satu tempat makan. Dikarenakan ikan-kannya dan udang-udangnya masih segar dari laut, alhasil makanan pun terasa lebih nikmat yang dipadu dengan bumbu yang nikmat pula.

Perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Cipanarikan yang katanya menjanjikan pantai yang sangat indah. Dengan kondisi habis hujan, kami kembali harus melalui jalur yang bergelombang dan bebatuan. Dan sial bagi kami, karena pada saat perjalanan mobil yang kami gunakan nyangkut di tanah lempung yang dalam kondisi gembur. Kami semua pun turun dari mobil dan bergotong-royong mengeluarkan mobil dari jebakan. Memakan waktu yang cukup lama dan kerja keras, akhirnya kami dapat melanjutkan perjalanan ke Pantai Cipanarikan. Mobil tidak bisa mencapai langsung ke Pantai Cipanarikan, oleh karena itu kami harus berjalan kaki lagi menyelusuri jalanan yang sempit. Dan tibalah kami di Pantai Cipanarikan. Kesan awalku melihat pantai ini sangat natural, pasir putih yang luas dan bersih, sangat-sangat sepi, ombak yang besar memungkinkan untuk surfing. Dengan rasa yang tidak sabar ingin bermain ombak, aku pun langsung berlari kearah ombak dan disusul oleh yang lainnya. Foto-foto di pantai ini merupakan hal yang wajib rasanya.

IMG_7903

Sayang, hujan turun pada saat itu yang membuat kami  gagal melihat sunset di pantai ini dan memaksa kami untuk sesegera mungkin kembali ke penginapan mengingat jalanan akses yang sangat buruk dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan sesuai perkiraan, tanah jalannya  menjadi sangat-sangat licin dan berbahaya. Ini benar-benar off-road dalam benakku, hujan deras, jalanan bergelombang, licin (kerap kali mobil tergenlincir), dan kanan kiri hutan belantara, benar-benar menguji adrenalin. Berkat doa dan faktor temenku yang menyetir sudah cukup pengalaman, sampai lah kami di pondok dengan selamat walaupun basah-basahan dan berpasir. Sebelum menutup hari kedua ini, seperti biasa kami makan malam bersama terlebih dahulu yang kemudian duduk-duduk bercerita di pesisir pantai ditemani teh manis hangat dan kentang goreng.

Hari ketiga, hari terkahir. Niatnya ingin melihat sunrise di hari terakhir, namun hanya menjadi wacana karena tidurnya terlalu larut malam. Rutinitas yang sama dengan pagi sebelumnya namun lebih santai. Kami pun berbenah diri masing-masing persiapan untuk kembali ke Jakarta. Foto-foto bersama di pesisir pantai tak luput untuk terakhir kalinya. Pukul 13.00 kami pun bergegas kembali ke Jakarta dengan rute yang sama, hanya saja melewati jalan umum dari Pelabuhan Ratu ke Cibadak. Sempat berhenti beberapa kali ditambah macet, akhirnya kami sampai di Jakarta pukul 21.00. Alhamdulillah!

Ini liburan yang benar-benar berkesan bagiku. Lelah, adrenalin, tawa, rasa kebersamaan, hiburan, dan lainnya yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata teraduk menjadi satu bagian. Inilah keindahan dengan segala kekurangannya. Memang suatu hal yang dilakukan bersama-sama dan nikmati akan terasa lebih indah serta bahagia. Our life isn’t perfect, but it does have perfect moments.

Akhir kata, semoga tulisan yang tak seberapa ini berguna bagi pembaca lainnya yang ingin melihat Secret Paradise di Ujung Genteng. Dijamin berkesan dan tidak menyesal! 😀

-FRL-

About Fikri

IMGNama lengkapku Fikri Ramadhan Lubis. Teman-teman akrab memanggilku Fikri sedangkan kalau dirumah dipanggil Iki (bawaan dari kecil). Aku lahir di RS Malahayati, Medan pada tanggal 30 Maret 1992. Ayahku bersuku Batak Mandiling sedangkan Ibuku suku Melayu. Dari lahir aku memang sudah bertubuh gempal, kulit putih,  wajah bulat, dan rambut tebal yang berlanjut hingga sekarang.

Aku memulai jenjang pendidikan di TK Mandiri, Jl. DI Pandjaitan, Medan. Di jenjang SD-SMP-SMA, aku bersekolah di Yayasan Pendidikan Harapan, salah satu sekolah swasta Islam di kota Medan. Bina Nusantara (BINUS) University Jakarta, merupakan kampus yang aku pilih setelah lulus dari SMA. Ya ceritanya aku mulai merantau untuk belajar mandiri dan sukses. Ketertarikanku akan dunia konstruksi dan transportasi hingga aku memilih jurusan Teknik Sipil. Sebenarnya aku sadar dibangku SMP dan SMA, aku tergolong lemah dalam fisika tetapi tekad yang tinggi memberanikanku untuk tetap mengambil jurusan ini.

Aku tergolong orang yang pendiam atau susah untuk memulai pembicaraan di awal, mencoba mensesuaikan dengan situasi dan kondisi yang baru, sangat bertolak belakang dengan ayahku yang mudah akrab dengan lingkungan yang baru. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu aku akan menjadi orang yang cukup vokal dan lumayan humoris hehe.

A05J5MuCIAAOeZs

Sepakbola merupakan salah satu hobiku. Liverpool FC dan PSMS Medan selalu menjadi favorit danselalu ada dihatiku. Kecintaanku pada Liverpool mulai timbul pada tahun 2001, yang pada saat itu mengalahkan Bayern Munchen di UEFA Super Cup. Besar keinginanku suatu saat nanti dapat menyaksikan dan mendukung Liverpool langsung di stadion. Faktor tanah kelahiran membawaku untuk menjadi bagian dari pecinta PSMS Medan. Stadion Teladan Medan sudah akrab denganku sejak aku duduk dibangku SD. Aku juga seorang pendukung setia Timnas Indonesia. Terlepas dari itu, aku juga sangat tertarik dengan travelling.

Aku selalu menyadari bahwa hidup adalah sebuah anugerah yang diberikan-Nya, maka syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat bagi kehidupan banyak. Dan aku selalu percaya dibalik usaha-usaha dan kesabaran ada kebahagiaan yang akan datang nantinya.

Salam sukses!

-FRL-

Hello world!

Ini adalah post pertama ku di dunia blogging. Tidak banyak yang bisa aku katakan di post ku yang pertama ini hanya mencoba belajar untuk menulis. Ya aku mulai tertarik dengan dunia ini, terinspirasi dengan blog abangku yang isi-isi tulisannya nya sangat bermanfaat dan berkesan. Harapanku suatu saat nanti blog ini akan berguna dan bermanfaat kedepannya 🙂

Happy blogging!

-FRL-